Sebenarnya Aku Tidak Baik-baik Saja - Geulbaewoo [Book Review]


Menurutmu, adakah orang yang selalu baik-baik saja? Kalau opiniku siyh tidak ya. Bahkan aku sendiri saat ini bisa dibilang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Akupun menyadari terkadang aku bilang kalau aku baik tapi nyatanya dalam diriku tidak baik-baik saja, hanya tidak kusadari.

Bulan April 2022 ini aku diberikan kesempatan lagi untuk membaca ARC dari buku berjudul Sebenarnya Aku Tidak Baik-Baik Saja. Dari buku inilah aku tersadar bahwa aku sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Bahkan mungkin aku hanya “pura-pura” baik, menyangkal perasaan tidak baik ini menjadi suatu perasaan yang baik. Tapi kok bisa? Cek dibawah ini deh.

 

Tentang Buku Ini

Sebelum aku menjawab pertanyaanku sendiri di atas. Aku ingin sedikit memberitahukan seperti apa siyh garis besar dari buku ini.

Sebenarnya Aku Tidak Baik-baik Saja adalah buku self-improvement dari Korea Selatan, yang ditulis oleh seorang penulis ternama bernama Geulbaewoo [IG @jell1ine1768] dan dibawa ke Indonesia oleh penerbit Haru. Geulbaewoo mengelola satu-satunya pusat konsultasi “Geulbaewoo Study Room” di dunia. Kurang lebih 2.000 orang dalam setahun dengan berbagai macam profesi dan usia yang berbeda mengunjungi pusat konseling tersebut (sumber: Penerbit Haru IG).

Buku ini tidak masuk jajaran What BTS Reads siyh tapi dari buku pertamanya, aku sudah jatuh cinta dengan tulisannya oppa ganteng ini. Inget kan buku yang berjudul “Aku Bukannya Menyerah Hanya Sedang Lelah” yang sangat laris saat peluncurannya dulu di Indonesia? Mulai akhir bulan April yang lalu hingga 15 Mei 2022 Penerbit Haru telah membuka PO untuk buku ini (sebagai tambahan, penerbit Haru juga mencetak ulang buku sebelumnya lohhh). Namun bagi kalian yang belum PO, tenang saja, kalian tetap dapat membelinya melalui toko-toko buku online.


Mungkin ada yang bertanya-tanya buku ini isinya seperti apa dan apakah bedanya dari buku sebelumnya. Menurutku isinya masih inline dengan buku sebelumnya. Kalau dibuku sebelumnya membahas bahwa perasanaan Lelah itu valid adanya, disini lebih ditekankan lagi efek dari lelah itu dan langkah-langkah praktis apa saja yang bisa dilakukan dari pengalaman si penulis ataupun orang-orang disekitarnya.

Menariknya, buku ini lebih terasa relate buat semua kalangan, dari orang yang berpacaran, hubungan pernikahan, relasi dalam pekerjaan, hingga tentang pekerjaan atau kegiatan kita sehari-hari. Apalagi tentang pekerjaan, huhuhu itu hal yang lagi aku pergumulkan banget.

Ok sekarang aku ada sedikit ingin membagikan apa yang aku sukai dan tidak aku sukai dari buku ini serta berapa ratingnya.

 

Yang Disukai dan Tidak Disukai

  • Apa yang ditulis oppa ganteng Geulbaewoo pasti jadi auto book buy setelah dua buku ini keluar. Udah mah ganteng orangnya, tulisannya juga bagus-bagus. Bias siyh ya tapi ya begitulah adanya untukku, ehehehehe.

  • Selain ganteng, aku mudah sekali memahami gaya penulisannya Geulbaewoo. Ini juga berkat  gaya penerjemahan yang pas dari Penerbit Haru. Bisa dibilang Bahasa yang digunakan itu Bahasa awam sekali yang sekali baca dan mudah dimengerti. Jadi kayak dibawakan seperti orang yang saling berbicara satu dengan yang lainnya.

  • Kalau buku lelah itu memeluk pembacanya, kalau buku ini makin mendekap erat kita. Yah, gimana ya, soalnya kayak banyak hal yang memang sehari-hari kita rasakan tapi ada juga saran-saran praktisnya. Jadi yang nggak melulu kata basa-basi, dibuku ini ada kata aksinya juga yang lebih spesifik berdasarkan pengalaman orang lain (walau begitu seperti biasa ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan prinsipku juga ya).

  • Buku ini dapat dibaca sekali duduk dan dilain sisi bisa dibaca terpisah juga setiap ceritanya. Terus desain bukunya menarik. Walau tidak ada disetiap halamannya, tapi ada beberapa ilustrasi menarik didalamnya warnanya pastel-pastel meneduhkan gitu. Aku suka banget ilustrasinya (termasuk covernya yang minimalis dan sangat merepresentasikan isinya). Ohya yang menarik bentuknya seperti biasa kayak diary. Enak jadinya dibaca tuh kayak baca diary orang.

  • Yang aku kurang suka? Kurang banyak!!! Ahahaha, aku pengen baca tulisan oppa lainnya tapi yah belum bisa Bahasa Korea euy. Oh dan ini yang cukup bikin prokontra dalam diriku. Sampai sekarang aku masih menebak-nebak apakah ada alur tertentu yang dibawakan dibuku ini seperti buku sebelumnya. Aku belum melihat alur itu dan masih agak sukar merelasikan bab yang satu dengan lainnya. Mungkin aku perlu membaca lagi siyh ya. But overall ini nggak terlalu mengganggu karena setiap babnya itu relate banget sama yang aku rasakan saat ini.

Overall rating buku ini buatku adalah 4.5. (Sori kalau bias ya.. tapi bukannya memang rating seseorang itu bias ya, ehehehe).


Bagian-bagian Favorit

Beberapa bagian dan quote favorit dari isi buku ini:

Aku berpura-pura baik-baik saja, karena takut tidak bisa bangun lagi jika terjatuh.

Jadi, jangan terlalu khawatir, semuanya akan baik-baik saja meski kau merasa tak berdaya saat ini.

Bahkan jika kefrustrasian, kegagalan, dan kesulitan tak terhindarkan datang menghampiri, aku akan terus bergerak maju. 

 


Kesimpulan

Buku ini sangat cocok untuk yang sedang tidak baik-baik saja dengan hebatnya, tapi tidak triggering (menurutku loh) karena lebih banyak ke langkah praktis yang lebih bisa dibayangkan dan dicerna dengan mudah. Yang sedang nggak kelelehan tentu bisa juga dong. Buku ini kayak pemantik semangat untuk kita bisa terus bertahan jika suatu saat kita measa tidak baik-baik saja.

Buku ini mungkin terasa membosankan bagi yang sudah biasa dengan konsep self-help “kelas berat” (sori bukan mau mengotakkan hanya aku bingung pakai kosakata apa ya yang menunjukkan perbedaan ini, kalau ada yang tahu tolong di colek ya). Tapi akan sangat keren untuk dijadikan starter bagi yang baru mau memulai baca non-fiksi terkhususnya buku bertema self-help seperti ini.

Kalau kalian suka buku sebelumnya, atau suka dengan buku I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki kalian mungkin akan menyukai buku ini (walaupun gaya penulisannya berbeda tetapi vibe tulisannya 11-12). Dan satu lagi, ini cocok untuk usia berapapun yang sudah bisa merasakan pahitnya kehidupan.

Bagi yang ingin membeli buku ini, langsung aja pantengin terus IG penerbit Haru untuk mekanisme PO-nya. Saranku siyh kalian harus punya buku ini. Investasi ilmu yang bagus dan pastinya bisa dibaca berulang.

Kalau kalian nanti membeli dan membaca buku ini, boleh dong share pengalaman membaca kalian. Drop link review kalian di kolom komentar ya (link review boleh dari platform apapun). Selamat membaca J

 

Regards,

Sandrine JB

You Might Also Like

0 comments