Into The Magic Shop - James R Doty [Review Buku]



Pernah kamu mengunjungi Magic Shop atau toko-toko apapun yang menjual hal-hal berbau sulap dan magic? Aku jujur aja belum pernah ke toko yang menjual secara spesifik, kalau yang buka stand di mall siyh pernah cuman lihat-lihat doang. Tapi pasti siyh vibenya mirip gitu ya, kalau disitu banyak alat-alat atau barang-barang aneh yang penuh tanda tanya. Kalau dilihat-lihat di google ya vibenya setengah misteri, setengah unik, ya ada yang spooky juga dikit-dikit (menurutku).

Tapi pernah kah kamu membayangkan bahwa ketika pergi ke toko sulap seperti itu justru yang kita dapatkan hal yang unik dan berbeda dari yang ada di toko sulap pada umumnya? Misalnya mendapatkan konseling kepribadian gratis? Aku nggak pernah membayangkannya sampai ketemu buku Into The Magic Shop ini.

Ohya buku ini merupakan buku memoir seorang dokter bedah syaraf bernama James R Doty (dan yang merupakan penulis dari bukunya sendiri ini) dimana hidup ia berubah sesudah bertemu seorang ibu bernama Ruth di toko sulap sewaktu ia kecil. Nah seru kan kayak kok bisa hidupnya berubah bahkan menjadi seorang dokter ternama melalui pertemuannya dengan Ruth di toko sulap (Magic Shop).

Into the Magic Shop sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh penerbit Semicolon. Bagi yang ingin mencari buku ini, teman-teman bisa menemukannya di toko-toko buku yang beredar disekeliling teman-teman baik secara offline ataupun online.

Buku ini merupakan inspirasi utama dari lagu Magic Shop yang dibuat oleh Jungkook BTS dan konsep dari Muster ke-5 berjudul sama dengan lagunya. Sudah pasti ini menjadi salah satu buku dalam list #whatbtsreads yang sudah pernah juga dibawakan dalam salah satu event meet up diskusi What BTS Reads pada bulan September yang lalu. Bagi yang ingin tahu apa kata teman-teman lain terhadap buku ini, boleh di cek di video ini ya.



 

Yang Disukai

Okeh sekarang kita masuk review dari aku sendiri terkhususnya hal-hal yang aku sukai dari buku ini. Pertama, so pasti aku jatuh cinta sama covernya yang cantik. Ohya covernya untuk yang cover terjemahannya Semicolon ini ya. Kalau lihat yang cover aslinya aku malah kurang suka karena terkesan seperti buku textbook gitu, ehehehe. Tapi kalau yang versi semicolon ini indah kayak menggambarkan tentang inti cerita keindahan di balik Magic Shop tadi yang ditemukan oleh Mr. Doty.

Kedua, Aku baca buku ini berganti-ganti. Awalnya versi Indonesia lalu makin kesini ke versi Bahasa Inggris. Nggak ada preferensi khusus terhadap ini dan juga nggak membandingkan hasil terjemahannya. Tapi baca terjemahan bukunya enak dan nggak memberatkan. Didalam buku ini sebenarnya banyak bahasa medisnya namun penterjemahannya tidak kaku dan masih enak dibaca. Tapi ada downsidenya siyh buatku perihal ini. Nanti kujelaskan dibagian yang tidak disukai ya.

Ketiga, Buku ini kan buku memoar, biasanya aku kurang suka buku memoar seorang praktisi karena bahasanya terlalu kaku untukku. Eh yang ini nggak dong. Justru kayak baca cerita fiksi tentang kehidupan aja. Cara Mr. Doty bercerita itu kayak baca cerita fiksi yang dipadukan dengan diary kehidupan sehari-hari gitu. Intinya aku suka.

Keempat, yang terakhir tapi bukan yang terkecil, aku suka sekali dengan penjambaran “Ruth’s Trick” yang dibuat Mr. Doty. Setiap partnya itu dirangkum lagi gitu dan sangat mudah diikuti oleh pembaca. Bahkan dibikinkan juga dalam bentuk audionya loh di webnya buku ini, jadi lebih kayak bisa ngebayangin atau ngerasain sesi konseling sendiri karena pakai suara. Nama webnya tertulis didalam bukunya. Atau teman-teman bisa klik disini. Seruuuu. Ditambah lagi kesimpulan yang terdapat di akhir cerita itu menjadi bukti nyata dari Ruth’s tricks tadi.

 

Yang Tidak Disukai

Nahhh seperti yang aku cerita diatas ini ada downsidenya gitu buatku. Part ketika Doty mulai berbicara dari sisi medis membuatku bosan setengah mati karena kurang paham. Jadi aku lebih ke skimming aja bagian-bagian itu. Lumayan banyak lah dari setengah cerita di akhir yang membahas ini sehingga kadang jadi pengen lompat aja gitu. Tapi kalau udah ke bagian kesehariannya aku mulai naik lagi emosinya. Hehehehe. Tapi mungkin ini beda-beda ya. Yang pastinya setengah buku pertama itu seruuuu banget disaat Mr. Doty ketemu ibu Ruth itu.

 

Quote Favorit

Hasil dari menjinakkan pikiran adalah pikiran yang jernih. (P.81)

... hanya karena sesuatu rusak bukan berarti semuanya ikut rusak. (P.134)

Benar, kita dapat mewujudkan apa pun yang kita inginkan, tetapi hanya kecerdasan hati yang dapat memberitahu kita apa yang layak untuk diwujudkan. (P.218)

 

Kasih Rating Berapa

Overall aku kasih rating buku ini adalah rating 4 bintang dari 5 bintang. Kelihatan lah ya dari hal-hal yang disukai dan tidak disukai diatas. Tapi aku sangat bersyukur membaca buku ini disaat yang tepat. Walau aku baca buku ini udah lewat dari masa-masa hype nya tapi buatku tidak ada yang terlambat untuk membaca sebuah buku. Pada akhirnya kita akan dipertemukan dengan sebuah buku untuk dibaca pada waktu yang tepat. Intinya siyh buku ini masuk jajaran Must Read!!

 

Borahae

Sandrine JB

@sanwalibrary - @whatbtsreads

You Might Also Like

0 comments