13.2.15

Lima Jenis Kain yang Umum untuk Pakaian

Ini adalah post pertama saya terkait dengan fashion. Seperti post saya sebelumnya, setiap seminggu sekali saya akan membagikan hal-hal yang berhubungan tentang fashion atau pun Outfit of The Day. Pada post pertama ini saya ingin berbagi mengenai beberapa jenis kain yang selalu dijadikan bahan untuk kaos, dress, blouse, dan lain sebagainya.



Seperti yang kita ketahui bersama, pakaian, terkhususnya untuk wanita, memiliki beragam motif dan pola. Tidak hanya mengandalkan pola dan motif bahan, suatu potong pakaian akan terlihat indah jika menggunakan bahan yang tepat dan nyaman bagi penggunanya.



Pada dasarnya siklus pembuatan sebuah pakaian dalam lingkup garmen adalah sebagai berikut:



Fiber > Yarn > Fabric(knit/woven) > Dyeing/Printing > Garments


Pembuatan suatu pakaian bermula dari serat (Fiber). Serat pakaian pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu serat alami dan serat sintetis. Contoh dari serat alami adalah cotton, silk, wool, dll. Contoh dari serat sintetis adalah nylon, polyester, rayon dsb. Untuk detailnya bisa lihat infografik berikut yang saya ambil dari www.feathersflights.com.



[caption id="attachment_3195" align="aligncenter" width="138"]fabricsandfibers Pic. courtesy of www.feathersflights.com[/caption]

Berikut ini adalah gambar perbedaan dari bahan beserat alami dan berserat sintetik.



[caption id="attachment_3196" align="aligncenter" width="800"]fabric Pic. courtesy of buyandcreate.com[/caption]

Dari serat-serat tersebut diolah menjadi benang (Yarn) yang ketika "digabungkan" akan menjadi kain (Fabric), disini termasuk juga rajutan (knit) ataupun tenunan (woven). Dari kain inilah lahir pakaian yang kita kenakan sehari-hari. Serat (benang) tersebut pun bisa dikombinasikan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan jenis kain yang beragam.



Rupanya dari beberapa serat tersebut bisa dihasilkan kurang lebih ada ratusan jenis kain (menurut yang saya hitung dari list kain di Wikipedia ataupun yang saya temukan di Fabric Glossary milik NY Fashion Center). Saya tidak akan membahas keseluruhan jenis kain yang beratus-ratus itu tapi kali ini saya hanya memilih 5 jenis kain yang paling umum digunakan untuk membuat pakaian. Apa sajakah mereka?



.



Katun



Siapa siyh yang tidak kenal dengan bahan katun. Bahan yang terbuat dari serat kapas ini sering dipakai untuk dijadikan potongan pakaian dan paling banyak diminati. Bahan ini sudah digunakan berabad-abad karena seratnya yang ringan namun kuat. Beberapa kelebihan dan kekurangan kain katun adalah:



Kelebihan




  • Tidak kisut jika dicuci

  • Tidak luntur (khususnya untuk kain berwarna)- Tidak berbulu

  • Dapat menyerap keringat

  • Bahan yang mudah untuk disablon



Kekurangan




  • Mudah kusut

  • Gampang berjamur

  • Bahannya sedikit kaku dan dingin



.



Cara merawat bahan katun:




  • Usahakan selalu menggunakan air dingin saat mencuci,

  • Jangan rendam lebih dari dua jam pada air bedeterjen karena akan membuat bahan rusak,

  • Jangan menjemur di panas matahari langsung namun ditempat yang lebih teduh dengan sinar sedikit,

  • Lebih baik gantungkan baju saat penyimpanan karena bahannya yang mudah kusut.



.



Bahan katun juga memiliki beberapa tipe lowh (banyak tipe tapi saya hanya memilih 4 yang paling dekat dengan kita):




  1. Katun Biasa: Bahan katun yang agak kaku, sedikit tipis, dan tidak stretch. Biasanya memiliki daya serap yang sedang hingga bagus. Harga pun relatif lebih murah dengan motif bahan seputaran polos, garis, bunga-bunga, ataupun abstark.

  2. Katun Jepang: Bahan ini terbuat dari combed 100% full cotton. Bahan ini memiliki tekstur yang halus dengan daya serap yang sangat bagus. Harganya pun relatif mahal. Biasanya bahan ini dipakai untuk sprei.

  3. Katun Paris: Sebenarnya kualitas katun paris hampir sama dengan katun jepang hanya lebih tipis saja. Yang pasti daya serapnya bagus sehingga harga pun mahal. Biasanya bahan ini dipakai untuk blouse wanita ataupun kerudung.

  4. Katun Silk: Katun ini dinamakan 'silk' karena memiliki permukaan yang mengkilap. Sayangnya daya serap keringatnya paling rendah. Tapi kilap bahan ini tidak hilang setelah di cuci loh. Harganya lebih mahal dari katun biasa tapi tetap lebih murah dari katun jepang. Sekarang mulai banyak pakaian seperti dress dan rok yang menggunakan bahan ini.



[caption id="" align="aligncenter" width="480"]katun kaos Contoh bahan katun untuk kaos. Pic. courtesy of http://www.konveksian.com/[/caption]

.



Rayon



Seperti yang ditunjukkan dalam infografik diatas, bahan ini berserat sintetik rayon yang terbuat dari kayu yang kadar selulosanya tinggi. Biasanya bahan ini bahan yang 'jatuh', lembut, dan memiliki daya serap yang baik.



Cara merawat bahan rayon:




  • Kebanyakan bahan rayon di dry-clean, tp ada juga yg bisa dicuci dengan tangan atau mesin caranya, gunakan sabun cuci, kucek pelan dan basuh dengan air hangat. Jangan dipelintir/diperas.



[caption id="" align="aligncenter" width="800"]rayon Contoh bahan rayon. Pic. courtesy of http://image.made-in-china.com/[/caption]

.



Spandex



Spandex terkenal dengan nama 'Lycra' yang merupakan trademark brand dari Du Pont. Bahan ini bersifat elastis, kuat, dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi. Spandex ini elastis dengan elastisitas bisa mencapai 5 kali bahan dasarnya tanpa kerusakan serta bahan yang baik untuk menyerap keringat. Biasanya bahan ini dipakai sebagai baju olahraga namun sekarang sudah banyak blouse atau blazer wanita yang terbuat dari bahan spandex ini. Bahan spandex juga memiliki banyak tipe, ada yang campuran dengan rayon ada yang spandex murni.



Cara merawat bahan spandex: Pada umumnya spandex murni (biasa) tidak mudah rusak sehingga aman dicuci dalam waktu lama, hanya saat menyetrika harus dalam posisi low atau medium temperature.



Cara merawat bahan spandex rayon: perlakukan sama dengan bahan rayon terutama saat merendam tidak boleh lebih dari satu jam dan tidak boleh diatas suhu 60 derajat karena dapat merusak serat kain atau membuat kain 'berbulu'.



[caption id="" align="aligncenter" width="800"]spandex Contoh bahan spandex. Pic. courtesy of http://helun.en.alibaba.com/product/263370233-220070589/Tactel_spandex_lycra_fabric.html[/caption]

.



Brokat



Brokat berasal dari kata Broccato yang berarti kain yang disulam. Menurut NY Fashion Center, brokat adalah bahan yang:



A thick, heavy fabric made with a Jacquard loom and a satin weave, most often featuring a raised floral pattern. Brocade is typically made from silk, rayon or nylon, and has a very Oriental look.


Biasanya bahan ini dipakai untuk pakaian yang lebih formal karena terkesan mewah dan elegan. Karena banyak bahan brokat yang dibuat dengan paduan bahan sutra ataupun diberikan ornamen yang mewah seperti benang bewarna silver ataupun emas. Contoh pakaian dengan bahan ini adalah pakaian pesta, kebaya, bahkan baju pernikahan.



Cara merawat bahan brokat:




  • Saat mencuci jangan gunakan mesin cuci,

  • Jika terkena noda, gunakan jeruk nipis hingga meresap sebelum direndam dengan deterjen,- Jangan meremas atau memeras brokat,

  • Jangan dijemur dibawah sinar matahari langsung,

  • Bahan tidak perlu disetrika karena akan merubah tekstur, cukup digantungkan,

  • Bahan ini rentan ngengat, sehingga perlu kapur barus didalam lemari untuk mencegahnya.



[caption id="attachment_3200" align="aligncenter" width="200"]brokat Contoh bahan brokat.
Pic. courtesy of http://pixgood.com/gold-brocade-fabric.html[/caption]

Chiffon



Made from tightly twisted crepe fibers, chiffon is lightweight, extremely sheer, almost transparent fabric that has a slightly bumpy texture.


Kain Chiffon adalah bahan yang sangat lembut, halus, transparan, dan 'jatuh' mengikuti bentuk badan. Karenanya kain ini tidak disarankan untuk digunakan oleh orang yang berbadan gemuk. Bahan ini terkadang sangat panas bila digunakan namun memberikan kesan yang anggun pada si pemakai. Biasanya bahan ini digunakan sebagai dress, blouse, selendang, bahkan pelengkap kebaya ataupun tudung kepala.



Cara merawat bahan Chiffon:




  • Sebaiknya dicuci secara manual dengan air sedikit hangat,

  • Jangan gabungkan bahan ini dengan warna lainnya karena mudah menyerap warna,

  • Jangan diperas,

  • Saat dicuci bahan akan susut tapi sudah dipastikan potongannya oleh si pembuat pakaian,- Setrika dengan temperature yang rendah.



[caption id="" align="aligncenter" width="740"]chiffon Pic. courtesy of http://blog.doridaweb.com[/caption]

.



Demikianlah 5 kain yang sering dipakai dalam membuat pakaian. Artikel ini diambil dari berbagai sumber yang saya temukan setelah googling. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca. Silahkan jika ada yang ingin ditambahkan atau ternyata ada pemahaman yang kurang benar terhadap jenis-jenis kain tersebut diatas.



.



Regards,



sans sign



follow us in feedly



fabric



45 komentar:

  1. Makasih ya, Mbak Sandrine, postingannya sangat membantu untuk mengenal bahan pakaian yang sering kupakai :) :) plus tips perawatannya juga.

    BalasHapus
  2. Sebenarnya sebagian besar kain itu aturannya tidak boleh diperas, ya... barutahu

    BalasHapus
  3. Sesungguhnya setelah mencari tahu kesana kemari, saya pun bau mengetahuinya 😁

    BalasHapus
  4. Wah senang sekali bisa berguna... Terima kasih :)

    BalasHapus
  5. Makasih ya infonya :D
    Aq jg sering bgt berhub dg bahan2 kain,dari yang cuma sekedar tahu seputar cotton,rayon,spandex, eh skrg jd tau lebih banyak kyak tafeta,hermis,wool,semi wool..
    Ternyata kain itu bahan jenis2nya yaa

    BalasHapus
  6. Sama-sama mba... Mudah-mudahan bermanfaat ya.
    Iya, karena jualan ini aku juga jadi tau bahwa baju ga sekadar katun, sifon, spandex tapi beragam ya... :D

    BalasHapus
  7. kalau gak salah chiffon banyak digunakan untuk jilbab segiempat, agak bunyi kresek kresek, bunyi berisik gitu ya :D
    mau belajar jahit, kudu hafal yang namanya jenis kain :D

    BalasHapus
  8. Owh.. gitu ya... wah terima kasih untuk infonya mba.
    Dan ternyata jenis kain itu banyak dan mirip-mirip, sampai suka susah bedain sendiri :D

    BalasHapus
  9. Iya saya baru tahu banget. Bermanfaat banget postingannya inih. Jadi banyak belajar. :D

    BalasHapus
  10. info yg lengkap...thks...

    BalasHapus
  11. info yang bermanfaat, salam kenal ya :)

    BalasHapus
  12. Terima kasih banyak. Salam kenal juga :)

    BalasHapus
  13. Terima kasih banyak mas... Saya juga baru tahu :D

    BalasHapus
  14. Jenisnya banyak yah, Mbak.. Kalok belanja online kadang puyeng jugak bayanginnya bahan yang mana.. Ahahah :D

    BalasHapus
  15. Eheheh iya mba... Aku masih suka kebolak balik siyhhh abis mirip2 :D

    BalasHapus
  16. makasih penjelasan mengenai bahan kain. sekarang kalo mau beli baju online jadi tau kualitas bahannya.

    BalasHapus
  17. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  18. kalau wolfis itu jenis kain apa ya?

    BalasHapus
  19. Wah kain wolfis ini jarang saya dengar ya... Sempat cari tahu biasanya utk gamis dan kerudung ya, bahannya adem menurut beberapa sumber. Tapi belum pernah saya pegang.

    BalasHapus
  20. Iya. Bahannya enak buat bikin gamis :)

    BalasHapus
  21. Mbak kalau tipe kain gorget mbak itu jenisnya bagaumana ya.

    Mana lebih bagus gorget atau chiffon

    BalasHapus
  22. kalo bahan bubble itu yg kaya apa ya

    BalasHapus
  23. Wah sekarang ada ya bahan bubble... hehehe mohon maaf mba, kalau yang ini saya malah baru tahu. Boleh tahu ini biasanya dipakai di mana ya? Kok saya searching ga ketemu ya?

    BalasHapus
  24. Kak bagus gak kain katun paris di buat vest/cardigan?

    BalasHapus
  25. Hallo ka sebelumnya salam kenal, aku mau tanya nih nahan yg nagus untuk atasan apa ya, atasannua itu lapis brukat cuma bingung milih furingnya waktu itu ditawarin tapi tipis gtu kayanya kalau buat atasan nerawang banget

    BalasHapus
  26. sangat bermanfaat pembahasan tentang kain, kebetulan kami juga bergerak di bidang kain :D

    BalasHapus
  27. Terima kasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  28. Ada satu lagi mba, bahan flanel yang sekarang lagi ngetren

    BalasHapus
  29. Kalau jenis bahan bubble pop kaya apa ya ?

    BalasHapus
  30. Sekarang bagaimana cara berkunjung ke olshop mu mbaa..saya tertarik

    BalasHapus
  31. Wah mohon maaf yang sebesar-besarnya, tulisan ini belum saya update lagi. Untuk olshop saya sendiri tutup mba. Saya ingin fokus dulu membangun blog ini. Mohon maaf ya :)

    BalasHapus
  32. Kalo kain untuk membuat tanda regu pramuka itu kain apa ya mbak?

    BalasHapus
  33. kalo ada yang mau pesan baju di konveksi.us bisa ya

    BalasHapus
  34. Mbak, kalo kiosy itu yg bgmn lagi yH?

    BalasHapus
  35. A very BIG Thank you to all contributor for this fabric knowledge to be available here.

    BalasHapus
  36. Bublepop itu seoerti sifon tapi ada teksturnya seperti kulit jeruk

    BalasHapus
  37. Lengkap sekali mbak pembahasan tentang kainnya , sukak sama artikelnya :D

    BalasHapus
  38. Wah bermanfaat banget Infonya Mbak Maksimal bikinnya,. sampek dimasukkin Gambarnya yang Detail Banget,. makasih banyak ya Mbak infonya sangat bermanfaat bagi saya,. Ini nih artikel yang saya cari cari karena saya butuh banget buat belajar, soalnya baru berkecimpung di Bisnis Online Fashion.. hehe..

    Sekali lagi terimakasih banyak ya Mbak..

    BalasHapus
  39. terima kasih info ny... kebetulan saya sedang punya job melukis pada media kain, menurut mbak ni, kira2 kain apa yg sesuai untuk dilukis? bisa mudah menyerap warna.. dan kira2 pewarna apa yg cocok utk media kain? terima kasih.

    BalasHapus
  40. […] http://www.sanwajourneys.com/2015/02/12/20-jenis-kain-yang-umum-untuk-pakaian-bag-1/ […]

    BalasHapus

About

authorHello, my name is Sandrine. I'm a working mom who loves to read and wander.
Learn More →



Total Tayangan Halaman