23.10.14

Oktober 23, 2014

Tips belajar bahasa asing

Lagi blogwalking dan tetiba menemukan tulisan ini milik mba Lorraine. Baca ini jadi semangat lagi belajar bahasa Inggris lebih lagi dan mencomot ide mya Lorraine untuk belajar vocab lewat Post-It. Bukan tidak memanfaatkan gadget, tapi ada penelitiaan yang pernah kubaca, seseorang lebih bagus mengingatnya saat menuliskannya sendiri. Akhirnya juga menelurkan ide menjadikan lingkungan sekitarku dengan English Day setiap hari Jumat. Belum dilempar siyh ke forum group kantor, ya mudah-mudahan terealisasi demi kelancaran berbahasa Inggris.
Yuk-yuk disimak post berikut...

22.10.14

Oktober 22, 2014

Resepsi yang Ingin "Diulang"

Selesai pemberkatan sebenarnya sudah lega tapi masih ada satu tanggung jawab lagi yaitu Resepsi. Sebelum mempersiapkan pernikahan saya sempat bertanya-tanya apakah gunanya Resepsi? Bukankah kalau sudah sah dimata agama dan hukum ya sudah sah jadi suami istri? Pertanyaan-pertanyaan ini mencuat karena saya pribadi awalnya pengen punya konsep nikah tamasya. Selain itu uang pun tidak banyak kebuang dan bisa ditabung untuk beli rumah.

Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab juga. Resepsi ada sebagai tanda ucapan syukur bahwa dua insan telah dipersatukan oleh Tuhan. Kebahagiaan itu sepatutnyalah ditularkan pada orang-orang terdekat kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita terutama keluarga besar kita. Ya, akhirnya melihat lagi kondisi kedua keluarga besar yang memang besar binggitttzzzz itu. Kalau tidak diadakan resepsi, wew kebayang deh bakal jadi perbincangan hangat berkepanjangan. (Walaupun begitu balik lagi ke pribadi dan keluarga masing-masing apakah perlu mengadakan resepsi atau tidak).

20.10.14

Oktober 20, 2014

'Till Death Do Us Part


Father, I said 'till death do us part
I want to mean it with all of my heart




Inilah dua penggal kalimat yang menjadi komitmen kami calon pengantin pada tanggal 16 Agustus 2014 yang lalu. Sandrine Jezabel Biagiotti Tungka resmi bersanding dengan Yuswa Agung Hariyanto. Ketika prosesi pemberkatan selesai, kami berdua rasanya legaaa sekali. Penantian panjang dan doa kami terjawab dengan terpasangannya cincin yang ditukarkan ke jari manis tangan kanan kami dan janji pernikahan yang kami ucapkan sepenuh hati dalam hati kami.



Dan rasa lega itu juga berasal dari..... saya bisa menghafalkan janji pernikahan saya dan mengucapkannya tanpa salah. Hahahahahaha. Jangan salah ya, bukan berarti saya tidak menghayati janji pernikahan saya. Justru dengan hafalan ini saya sedang mengawal diri saya dari improvisasi-improvisasi yang justru akan kelihatan semakin tidak jelas maknanya pada hari H.



Di dalam pernikahan Kristiani, pemberkatan adalah istilah dari akad nikah. Dan tanda "sah" adalah tanda peneguhan pemberkatan sesudah tukar cincin dan ucapan janji pernikahan. Prosesi Janji Pernikahan ini lah yang membuat saya tidak tenang sejak H-1 minggu pemberkatan. Apalagi H-1 hari pemberkatan. Nervous nya itu nggak karuan, lantaran baru malam itu saya membuat janji pernikahan. Artinya H-12 jam saya baru memikirkan janji pernikahan seperti apa yang harus di ucapkan nantinya. But everything went well :).



16.10.14

Oktober 16, 2014

Prewedding Berkelas Tidak Selalu Mahal

Kalau ngomongin foto saya selalu excited. Bukan seorang photographer melainkan hanyalah seorang penikmat foto. Paling suka kalau udah lihat gambar-gambar pemandangan indah. Begitu juga dengan foto-foto prewedding. Saya demen bangeeetttt lihat sudut pandang fotografernya dalam mengambil gambar. Mau indoor ataupun outdoor, kalau tema dan pengeditan gambarnya cukup menarik pasti mata saya betah melahap segala jenis fotonya.

Berhubung dalam persiapan ingin menikah juga, sejak bulan februari saat-saat menentukan budget saya dan--yang kala itu--calon suami mulai searching paket-paket prewedding bahkan sampai datang ke pameran pernikahan. Cukup mencengangkan bahwa hasil-hasil foto prewedding outdoor yang saya nilai sangat bagus dan wah itu memiliki harga paket mahal-mahal 0_O. Dengan dompet tipis kami calon pengantin kami sempat menyerah untuk mengambil paket yang indoor saja sesuai dengan budget yang ada dan memadukan dengan foto-foto travelling kami yang ala kadarnya dan di edit sebisanya.

Bagi kami ini drama. Tapi yang-kala-itu-calon-suami saya teringat bahwa salah satu saudaranya melakukan prewedding dengan dibantu teman gereja yang sudah sangat kenal dekat dengan kami. Menurut sang saudara, hasil fotonya memuaskan baik outdoor maupun indoor. Akhirnya coba menghubungi pria yang bernama Aris Christian dan orangnya langsung mengiyakan untuk membantu kami membuat foto prewedding outdoor. Kami senang sekali karena rate-nya masuk budget kami (sebenarnya orangnya tidak menetapkan tarif karena profesinya memang bukan seorang fotografer melainkan membantu saudara-saudara dekatnya saja).

15.10.14

Oktober 15, 2014

Deg-deg-ser Lamaran

Setiap pasangan yang akan menikah pasti melalui prosesi ini. Jangan bayangkan bahwa yang disebut LAMARAN hanyalah berbentuk acara formal yang dihadiri kedua keluarga untuk meminta menikahkan anaknya. Prosesi lamaran saat-saat sekarang ini memiliki banyak variasi. Ada yang berbentuk pertukaran cincin. Ada yang hanya dihadiri keluarga inti dan dilakukan di restoran sambil makan malam bersama. Ada pula yang hanya dilakukan dua insan yang biasanya terjadi sambil Candle Light Dinner. Tapi apapun bentuknya, saya yakin semua perasaan capeng sama, ga pria ga wanita, semua merasakan yang namanya Deg-deg-kan, nervous pasti melanda saat akan melamar atau saat-saat akan dilamar.

Bagaimana dengan saya dan calon suami kala itu? Owh tentu mengalami perasaan yang sama. Sesungguhnya saat pertemuan keluarga inti pertama kalinya, ketika menyinggung-nyinggung masalah lamaran tidak ada desiran aneh dihati saya. Mengapa? Ya, yang pasti karena hubungan saya sudah direstui dua keluarga inti untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Tapi nyatanya menjelang hari H lamaran jantung mulai berdetak lebih kencang.

[gallery type="rectangular" ids="3788,3795"]

14.10.14

Oktober 14, 2014

Duo SA Menjejak Sentosa (Hari 3)

Akhirnya sampai di hari yang terakhir. Tandanya liburan berakhir. Saya paling tidak suka jikalau liburan sudah pada hari terakhirnya. Rasanya pengen nambah, nambah, dan nambah terus. Apalagi masih banyak tempat-tempat yang saya kepo-in. Tapi apa daya, time is running. Pastilah mencapai hari terakhir liburan.

Terus apa yang dilakukan dong di hari ketiga? Keceriaan kami kakak-beradik ditutup dengan mengunjungi tempat-tempat nan cozy dan ciamik. Walaupun nggak banyak, berikut ini detailnya.

1.  Breakfast at the hotel

Ya, sama aja siyh sama hari kemarin. Menunya pun masih kisaran yang sama.



2.  Speed down the Luge and enjoy the Skyride

Ini seru menurut saya. Kita naik Skyride dan ditutup dengan naik Luge, selayaknya go cart tapi tanpa mesin. Luge mengandalkan gaya gravitasi untuk melintasi treknya karena memang bentuk treknya menuruni lembah. Menaiki dua atraksi ini sama saja seperti naik Skyride untuk pergi Skiing lalu berselancar di es hanya kita lakukan ini di iklim tropis aka panas.



Oktober 14, 2014

Duo SA Menjejak Sentosa (Hari 2)

Day twooooo!!! Yeay!!! Excited banget saya untuk hari ke-2 ini karena akan melakukan berbagai aktifitas yang belum pernah di lakukan sebelumnya. Langsung aja ya saya deskripsikan.



1. Breakfast di hotel.



Seperti yang tertulis di post saya mengenai hotel tempat kami menginap, kembali kami mengunjungi Alfresco Cafe untuk sarapan pagi. Sesungguhnya kami keluar kamar cukup siang. Kami terlalu terlena dengan empuknya kasur sehingga kesiangan. Walaupun begitu dengan ritme makan pagi kami  yang cukup cepat, kami tidak terlambat untuk mengikuti acara selanjutnya. Menu sarapan yang disediakan pun ya ala ala buffet seperti layaknya hotel berbintang manapun. Menu yang disajikan cenderung western yang isinya daging asap, sosis, telur, dan roti. Untuk minuman pun ya seputar es jeruk, teh, dan kopi. Kalau dessert pastinya buah-buahan. But I like 'em. Ya iyalah, secara saya jarang-jarang makan yang begituan di rumah :D.



[gallery type="rectangular" ids="2546,2194"]

7.10.14

Oktober 07, 2014

Duo SA Menjejak Sentosa (Hari 1)

Akhirnya saya balik lagi menggarap post yang tertunda hampir 7 bulan. Udah kayak kehamilan aja ya, hahahaha. Sesuai dengan post saya Second Trip to Sentosa Island inilah saya akan membagi pengalaman saya. Jadi mulai niat membagi hal ini lagi sebenarnya setelah membaca blogpost mak Murtiyarini ini.


Seperti tertulis di master post ini, kami duo kakak-beradik, Sandrine & Angellica siap mengarungi Sentosa, Singapura. Pukul 2 pagi, kami dibangunkan mama untuk bersiap-siap karena antrian kamar mandi mencapai angka 4 orang, aka semua anggota rumah akan mandi dipagi hari. Ya secara kami akan diantar kedua orang tua kami ke bandara lalu mereka akan melanjutkan perjalanan ke kantor jadi sekali jalan lah.


Berhubung ini termasuk program FAM, jadilah yang dibayar tiket pesawat secara gratis hanya saya. Adik saya perlu membayar tiket pesawat sendiri. Saya pergi ke Singapura dengan menggunakan SQ atau terkenal dengan nama Singapore Airlines dengan waktu keberangkatan pk. 9.20 pagi dan adik saya, atas nama penghematan, saya dan keluarga belikan Air Asia dengan penerbangan pk. 7 pagi - karena itu yang paling murah xixixixixi. Adik saya dihantar duluan ke Terminal 3 lalu saya ke Terminal 2. Ohya, Adik saya ini baru pertama kalinya lowh ke luar negeri. Jadi pasti kebayang lah reaksi excitednya saat pertama dengar akan diajak ke Singapura.


About

authorHello, my name is Sandrine. I'm a working mom who loves to read and wander.
Learn More →



Total Tayangan Halaman