24.9.14

September 24, 2014

Yes, We Are Ready

Judul diatas adalah kalimat yang saya dan suami katakan saat keinginan kami untuk menikah kami ceritakan kepada masing-masing orang tua. Awal bulan Januari 2014 kami mengutarakan keinginan kami dan Puji Tuhan semua menyetujui walau banyak pertanyaan-pertanyaan yang menguji keyakinan kami. Tentu ada pertanyaan semacam itu karena kami berdua sebetulnya sama-sama tengah memiliki banyak kesibukan #biardikatainsoksibuk#. Dari perbincangan ini dimulailah serangkaian persiapan:



1.   Pertemuan dua keluarga

Kala itu di bulan Februari (jujur tanggalnya lupa :D), dua keluarga inti bertemu saling berkenalan dan mengutarakan keinginan masing-masing untuk menikahkan kedua anak manusia ini. Dalam pertemuan itu disimpulkan bahwa pernikahan ini akan dilakukan dengan tema nasional (tidak merujuk ke suatu adat tertentu) dikarenakan kami berdua berasal dari dua suku yang berbeda, Mamas (panggilan untuk yang kala itu adalah calon suami saya) dari Jawa dan saya dari Manado (disinilah Bhinneka Tunggal Ika di uji).



img_0608





Walaupun begitu keluarga calon mempelai pria meminta agar tetap ada penentuan tanggal menurut penanggalan Jawa sebagai tanda menghormati keluarga besar dari mempelai pria yang bisa dikatakan masih mengikuti adat yang ada - sekalipun keluarga Mamas sudah modern. Serta diputuskan juga bahwa kami akan menikah di bawah naungan gereja Mamas dan diteguhkan di gedung gereja tersebut (GBII Agape - Pasar Rebo)



22.9.14

September 22, 2014

Our Wedding Journey

Inilah saatnya membagi pengalaman saya mempersiapkan pernikahan saya sendiri yang telah berlangsung satu bulan yang lalu. Yeaayyy!! Sengaja saya tidak membagikan saat-saat mempersiapkannya karena ya sudah pasti sibukkkkk #BANYAK ALASAN BINGITSSSSS#. Nah, setelah ditampar dengan artikel dari blog ini, saya menyempatkan membagi apa yang perlu saya bagi yang sekiranya bisa bermanfaat bagi orang yang membaca blog saya.



So, apa aja siyh yang mau saya bagiin tentang pernikahan saya? Karena pernikahannya sudah lewat saya tidak akan membaginya perbulan tetapi membaginya sebagai berikut:



4.9.14

September 04, 2014

My First Trip, BALI!!!!

Mengenang masa lalu, tidak selamanya buruk. Masa lalu yang indah penuh kenangan bisa dijadikan penyemangat atau motivasi diri melangkah ke masa yang akan datang. Seperti saat ini, saya ingin mengenang jalan-jalan pertama saya yaitu ke Bali saat saya masih duduk di bangku kuliah Politeknik tingkat 2 - kira-kira sudah hampir 7 tahun yang lalu.



Saya masih termasuk orang yang lugu saat itu. Orang yang pingin banget jalan-jalan tapi ga tau caranya gimana dan akhirnya memutuskan ga usah cari tau. Termasuk orang yang, okey lah kalo ga bisa jalan-jalan ga akan terjadi apa-apa pada diri saya.



Tapi kesempatan itu tiba-tiba saja datang. Tante dan om dari mama mengajak saya dan adik ke Bali sekalian merayakan ulang tahun tante disana. Pokoknya wuiiiihhh lah. Beberapa minggu menjelang keberangkatan saya langsung deg deg ser, excited campur gugup. Excited karena sudah belasan tahun saya tidak pernah jalan-jalan (kecuali pergi retreat ke puncak) dan gugup karena sudah belasan tahun pula saya tidak pernah naik pesawat terbang (saat itu Air As*a baru mulai dikenal dengan penerbangan super murahnya dan lagi marak juga kecelakaan pesawat dari maskapai lainnya).



About

authorHello, my name is Sandrine. I'm a working mom who loves to read and wander.
Learn More →



Total Tayangan Halaman