28.10.13

Oktober 28, 2013

Backpacker-wanna-be di Bandung

Beberapa hari yang lalu yaitu tanggal 12 April 2013 hingga 14 April 2013, saya berkeliling kota Bandung bersama pacar. Mengapa Bandung, padahal sudah beberapa kali ke tempat ini? Karena dekat dan kami belum pernah melihat kawah putih :D. Pada travelling kali ini kami sepakat berlibur ala backpacker (selain ingin mencoba, keadaan dompet juga menipis, tetapi kami butuh liburan). Persiapan yang dibutuhkan sebelum keberangkatan sungguh rumit. Pasalnya kami berdua yang terbiasa enak saat travelling, disaat akan mencoba backpacker malah kelimpungan sendiri. Pertama mengenai hotel, begitu susah mencari hotel yang low budget. Kedua, kami tergoda menggunakan mobil selama di Bandung, karena Bandung terkenal dengan kerumitan jalannya. Ketiga, mencari waktu untuk mengurusi travelling ini sangat susah dikarenakan kesibukan kerja kami. Akhirnya, voila, kami pun berangkat ke dan kembali dari Bandung ala backpacker.




Jumat, 12 April 2013






Sejak beberapa hari sebelumnya, kami sepakat berangkat menggunakan Cipaganti travel yang ada di Detos. Niat siyh berangkat dengan travel jam 6 tapi karena banyak kendala akhirnya berangkat pk. 08.00 malam sepulang kerja. Sekitar pukul 11.00 malam kami sampai di Pasteur, dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi ke Chez-Bon Backpacker Hostel. Hostel ini kami pilih dikarenakan murah harganya walaupun harus berbagi ruangan dengan orang lain. Ya, namanya juga Hostel. Tapi saya sungguh merekomendasikan hostel ini karena bersih, memiliki servis yang ramah, free wifi dengan koneksi cepat, serta air panasssss. Yang jelas kamar pria dan wanita berbeda.

Selain itu letaknya di jalan BRAGA yang membuat saya mati-matian memperjuangkan hostel ini kepada pacar saya. Tapi berhubung ini hostel, jangan mengharapkan anda memiliki kamar mandi sendiri ataupun TV sendiri. Didalam kamar hanya terdapat bunk-bed dan loker serta ber-AC. Kamar mandi dan TV adalah fasilitas bersama. Namun tak perlu kuatir, hostel ini sangat bersih dan rapih. Jangan kaget saat melihat tempat ini, karena hostel ini terletak di lantai dua dari Kopi Oey di jalan Braga. Jalan masuknya pun kecil dengan plang yang kecil juga, terkesan seperti masuk diskotik (:D). Eit, tenang saja, hostel ini sangat-sangat "halal" disertai satpam yang super ramah. So why not staying in a hostel if you just want to wander around.





Sabtu, 13 April 2013




Malam sebelumnya kami bersepakat untuk keluar dari hostel pukul 6 pagi. Tapi kenyataannya kami baru keluar hostel pukul setengah 7 (ngaret sedikit :D). Berjalan sedikit ke arah jalan Asia Afrika kemudian naik damri menuju Leuwi Panjang. Di Leuwi Panjang, kami naik ELF L300 menuju Ciwidey yang berpenumpang 16 orang. Bayangkan 16 orang!!!!! Dan seninya adalah, saat kami naik angkutan ini pukul 7 pagi, penumpang sudah kurang lebih 10 orang tapi baru berjalan pukul 7.45 menunggu sampai 16 orang.




Sampai di Ciwidey pukul 9 pagi. Lalu kami naik angkot berwarna kuning ke arah kawah putih. Awalnya angkot ini tidak mau di charter karena tidak banyak orang, tapi pukul 09.30 angkot sudah berisi 7 orang, sehingga kami sepakat untuk charter saja dengan harga 10 orang, karena sudah sangat lama menunggu (bayangkan ada 2 orang sebelum saya yang sudah sampai di ciwidey pukul setengah 8 pagi). Daripada kelamaan mendingan sedikit mahal deh. Menurut aa supir angkotnya, biasanya penuh di pukul 10 pagi.




Jadi yang mau kesana, disarankan baru sampai ciwidey pukul 10 pagi supaya charter angkotnya dengan harga murah dan sudah keliling ke kawah putih, situ patenggang, dan kebun strawberry. Saya pun menyarankan untuk charter angkot saja dibandingkan naik angkot dengan ongkos biasa, karena naik angkot ditengah jalan di ciwidey itu sangat susah dan lama, armada angkotnya sedikit.




Perjalanan 30 menit ke kawah putih sungguh tidak terasa, karena disuguhkan pemandangan lembah dan gunung sepanjang perjalanan yang begitu indah dan menyejukkan. Kami sebagai orang Jakarta yang selalu melihat kemacetan dan menghirup polusi merasa sangat segar di perjalanan. Di Kawah Putih pun kami cukup senang karena cuaca cukup cerah sehingga airnya pun terlihat biru kehijau-hijauan. Hanya sayang setengah jam kemudian mulai terlihat mendung, kabut belerang pun mulai keluar sehingga membuat sesak nafas. Memang sebaiknya cukup 15 menit saja berada dekat di kawasan kawah putih sesuai dengan petunjuknya karena membahayakan pernafasan.




Bandung




Setelah selesai berfoto-foto ria, hujan tiba-tiba mengguyur sehingga mengharuskan kami kembali ke angkot charteran dan langsung berangkat ke Situ Patengang. Awalnya sedih juga melihat kondisi cuaca sehingga tidak bisa menikmati kesejukan kebun teh dan situ disaat cerah. Tapi setelah menunggu sambil makan siang, kami bisa berfoto-foto dengan background kabut yang menyegarkan (cenderung dingin sih) walaupun mendung sambil menyeberang ke batu cinta.




Setelah puas kami pun kembali ke Ciwidey. Sebelumnya kami berencanan ke kebun strawberry tapi karena kami terlalu lama menunggu hujan reda sehingga waktu pun tidak mencukupi. Pukul 4 sore kami sampai ciwidey, pukul setengah 7 malam kami baru sampai lagi ke Leuwi Panjang karena berbagai macam hal: angkot elf L300 kami mengalami ban gembos ditengah jalan ditambah lagi macet yang luar biasa dijalan kopo dengan kondisi hujan deras dan pengap didalam L300 yang mengangkut 17 orang!!!




Akhirnya pukul 8 malam kami sampai kembali di Braga setelah muter-muter dengan angkot sampai Dago dan Bandung Indah Plaza. Di Braga kami memutuskan nonton Oblivion di Braga City Walk lalu merencanakan hunting foto di Braga setelah nya. Tapi karena film baru selesai pukul 12 malam kami sudah tidak punya kekuatan lagi sehingga kami memutuskan untuk balik ke hostel dan beristirahat.




Minggu, 14 April 2013




Hari ini karena kecapean kami baru siap sekitar jam 8 pagi lalu dilanjutkan breakfast di hostel. Breakfast di Hostel ini pun sebenarnya standard yaitu hanya telur dan roti yang kita buat sendiri ditambah teh ataupun kopi panas. Tapi tetap menyenangkan serasa breakfast ala orang-orang kulit putih di Eropa.




Lalu kami mampir sebentar di Museum Konferensi Asia Afrika pukul 10 pagi. Setelah itu lanjut untuk pulang kembali ke Jakarta menggunakan Prima Jasa dari Leuwi Panjang pukul 12 siang. Pukul 3 sore kami sudah sampai Jakarta.




Begitulah perjalanan kami, walaupun sebentar cukup menyenangkan dan dapat berkenalan dengan 5 orang baru hasil dari charter angkot ke Kawah Putih. Backpacker ternyata menyenangkan juga dan berseni.








Regards,



sans-sign

 



NB: I'll update with more photos later. Happy reading ^^


Oktober 28, 2013

Perjalanan Singkat di Singapura

Tidak menyangka sudah satu tahun berlalu sejak perjalanan dinas pertama kali ke Singapura. Sungguh menyenangkan mendengar bahwa diriku diberi kesempatan berangkat ke negeri tetangga. Apalagi setelah bos mempercayakan diriku berangkat ke Malaysia satu bulan sebelumnya.








Singkat cerita, perjalanan bisnis ini dimulai dengan sangat menyenangkan. Aku dijadwalkan untuk berangkat pada hari Minggu, 25 Maret 2012 dengan penerbangan sore. Ternyata tante bersama om dan anaknya sedang trip ke Singapura. Aku mengetahuinya saat bertemu saudara di gereja pagi sebelum keberangkatan. Akhirnya sepulang dari gereja aku langsung menghubungi tante ku dan kami janjian untuk bertemu sesaat setelah aku sampai di Singapura.




Trip kali ini aku menggunakan penerbangan Garuda. Pelayanan yang ramah disertai dengan makanan yang sedap membuat perjalananku selama di pesawat begitu menyenangkan. Setiba di Changi International Airport dan dimulai dari sinilah aku terkagum-kagum dengan Singapura. Airport nya begitu besar sehingga saat turun aku sedikit kebingungan, bagaimana caraku menuju pintu depan airport ini untuk mencari taksi *udik ya 8D*. Eh ternyata ketemu orang Indonesia juga yang juga lagi berbicara dengan temannya bahwa untuk menuju lobby supaya lebih cepat menggunakan kereta penghubung airport. Aku yang tak sengaja menguping mengikuti petunjuknya. Sesampai di loket imigrasi aku masih tak berhenti terkagum-kagum dengan Changi sampai tersadar bahwa aku harus menghubungi tante. Setelah kuhubungi kami memutuskan bertemu di Marina Bay Sands setelah aku check-in di hotel.




Dari airport aku langsung menuju hotel. Diperjalanan, kembali aku terkagum dengan negara ini, bersih, teratur, dan tidak macet. Jalan-jalan kuperhatikan dan kondisi langit masih cerah cenderung mendung padahal waktu sudah menunjukkan jam 6 sore.




Sampai hotel (yang dengan udiknya aku memperhatikan conveyor membawa tas ku naik dari undakan tangga bawah hingga tangga atas ke arah lobby hotel) dan check-in di Park Royal hotel aku kembali menggunakan taksi menuju Marina bay sands masih dengan terkagum-kagum melihat jalanan disana walau sedang gerimis. Supir taksinya pun baik. Kami berbincang sedikit tentang Jakarta dan Singapur.




Sampailah aku di Marina Bay Shopping Center bertemu dengan tante, om , dan sepupu kecilku. Kuakui mall yang sangat indah dan megah. Ada sungai kecil dalam mall dengan gondola nya yang super bersih dan Kasino dengan penataan mall yang sangat apik beserta toko-toko yang berkelas seperti Louis Vuitton mall. Sesampainya disana kami langsung makan di food court. Aku memesan bakmi khas Singapura. Setelah makan dilanjutkan ke SkyPark Marina. Ini yang tak terduga, aku tidak menyangka akan melihat lampu-lampu Singapur dari ketinggian di malam hari. Yah walau begitu tiket hanya untuk melihat lampu-lampu malam ini begitu mahal.




Dikarenakan waktu pun sudah hampir tengah malam, kami berniat pulang. Aku dihantar tanteku terlebih dahulu ke hotel, ingin beristirahat sebentar kemudian tante ku pulang ke hotel tempatnya menginap. Lalu aku melanjutkan diri berpose disetiap sudut kamar hotelku.




Hari selanjutnya, seminar dimulai. Kurasa perihal seminar tak perlu kuceritakan. Mungkin hanya sedikit berbagi saja. Aku bertemu orang-orang pintar dari Panasonic Group termasuk 2 orang Indonesia dari Batam. Hari pertama seminar ini ditutup dengan makan bersama di Restaurant tempat ku (tempat para peserta seminar) menginap. Bisa dibilang buffetnya cukup sedap dengan beragam variasi makanan. Sama halnya seperti kita ke Kempinsky atau Shangrila di Jakarta. Tapi kumpulan sushi nya enak sekali.




Setelah makan malam, banyak peserta ingin jalan-jalan mengelilingi Singapura. Aku entah kenapa sedang tidak berselera untuk jalan-jalan jadi hanya jalan-jalan disekitar hotel termasuk beli oleh-oleh di Mustafa yang letaknya hanya disebelah hotel tempat ku menginap. Padahal waktu malam itu pun masih panjang.




Hari kedua, hari terakhir seminar. Aku bekerjasama dengan orang-orang yang luar biasa punya posisi diperusahaannya dan benar-benar mengerti tentang manufaktur. Aku kagum dengan mereka. Saat sudah jam pulang, rata-rata dari peserta seminar pulang malam itu, berbeda dengan diriku yang pulang keesokan harinya. Aku sempat bingung kemana aku menghabiskan malam ini. Sehingga memutuskan untuk melihat Singapore Flyer. Sebenarnya ada yang menyinggung-nyinggung mengenai Sentosa Island tapi aku lebih tertarik ke Singapore Flyer. Maka itu pulang seminar, aku menuju hotel terlebih dahulu meminimalisir barang bawaanku lalu pergi lagi.




Aku menuju Suntec City Mall menggunakan taksi (padahal jika menggunakan MRT lebih murah dan sama cepatnya, sayang aku belum ngeh saat itu, aku pikir masih lebih cepat dengan taksi). Sebelum menuju Singapore Flyer, aku kelilingi mall tersebut dan makan malam sebentar. Serta melihat Singapore Fountain of Wealth yang menjadi bagian mall tersebut, yang tercatat sebagai fountain terbesar di dunia versi Guiness Book of Record tahun 1998. Disaat hujan sudah mulai reda, waktu pun sudah menunjukkan pukul 6 sore (dengan cuaca masih cerah) aku jalan kaki menuju Singapore Flyer yang letaknya dekat dengan mall tersebut.




Tiket yang dibeli cukup mahal untuk ukuran orang Indonesia :D tapi sudah di singapura mengapa tidak menikmatinya. Flyer ini berputar 1x dengan durasi 45 menit. Menyenangkan juga menikmati Singapur dikala malam sendirian tapi kayaknya akan lebih menyenangkan jika ada yang menemani. Kalo foto-foto susah juga :D.








Singapore Flyer aku ingin sekali melihat esplanade dari luar kemudian melihat Merlion kecil lalu menyusuri sungai dengan River Taxi. Jadilah seperti yang terjadi. Turun dari Singapore Flyer berfoto dengan fountain kecil lalu menyusuri marina Double Helix Bridge lalu kembali untuk berjalan melewati Marina Bay Floating Stadium menuju Esplanade dan kemudian sampai di Fullerton menuju Merlion Park melihat patung Merlion kecil. Barulah dari Merlion Park ini menggunakan Taxi River ke Clarke Quay. Hanya ada satu hal yang terlewatkan, aku terlambat menyaksikan fountain show di Marina Bay. Setelah aku naik Taxi River, fountain shownya mulai. Karena jarak pandang cukup jauh jadi tidak dapat melihat dan mendengarkan dengan jelas. Padahal ingin sekali!!!! Dan hal lain yang terlewatkan adalah, aku tidak menyusuri jalan di Rafles karena aku keburu membeli tiket Taxi River hingga Clarke Quay. Aku hanya bisa menikmati Raffles road dari perahu dan sudah tidak punya kekuatan untuk berjalan kaki balik ke Raffles.




Sampai Clarke Quay yang terlihat dimana-mana adalah bar. Tapi yang menarik perhatianku adalah fountain nya yang menarik dengan warna-warni cemerlang serta permainan G-Max Reverse Bungy. Kita perorang atau perkelompok ditempatkan dalam dudukan dalam lingkaran kemudian dilemparkan ke langit lalu balik lagi layaknya bungy jumping (ya mungkin kayak trampolin hanya lompatannya ini lebih tinggiiiiii!!!!). Ingin sekali menaikinya hanya sayang harganya begitu mahal dan ngeri juga liatnya ya dilempar seperti itu walaupun dalam kapsul. Mungkin kayak bermain histeria di Dufan.




Akhirnya aku kelelahan juga dan teringat aku belum beli oleh-oleh yang banyak jadinya aku berniat kembali ke hotel dan berbelanja di Mustafa. Aku  berjalan mencari MRT dan lama sekali tidak ketemu padahal menurut peta stasiun MRT nya dekat dari Clarke Quay. Peta bolak-balik kubaca dan mulai curiga aku sudah nyasar karena yang aku liat dikiri kanan adalah pertokoan walau halte bus sering kulewati (tapi aku tidak mau mengambil resiko naik bus dimalam hari saat aku tidak tau rutenya). Hingga akhirnya aku sadar aku salah baca peta!!!! Tapi untungnya MRT disana tersebar dimana-mana jadi tetap ketemu MRT juga. MRT yang kutemukan  dekat dengan gereja katolik yang menurutku megah (tapi masih megahan Cathedral di Jakarta 8D). Uniknya selama mencari dimana MRT tersebut aku menemukan Museum Filateli Singapura. Karena sudah malam jadi pastilah tidak buka. Tapi selalu jadi angan-angan, ingin sekali masuk ke Museum ini.




Dan dimulai lah pengalaman pertamaku naik MRT. Dengan udiknya aku bertanya kepada petugas di stasiun, lalu dengan lamanya aku membaca daftar harga dan tujuan untuk membeli kartu MRT padahal banyak yang antri (orang singapura berjalan sangat cepat dan melakukan apapun dengan cepat makanya kagok dan deg-degan juga takut disangka orang aneh malam-malam begitu). Walau begitu naik MRT juga aku walaupun aku salah menggunakan pintu keluar sehingga agak sedikit jauh menuju hotel. Terowongan MRT begitu banyak jadinya kebingungan deh. Singkat cerita aku belanja dulu di mustafa, kemudian ke SeVel sebelah hotel lalu kembali ke hotel. FYI harga satu botol air putih 1.5L di hotel Singapura begitu mahal (hotelku memberi charge $5 Singapur per botol), kalau beli di Seven Eleven yang lagi promo sekitar $2 (tetep aja mahal siyh untuk ukuran orang Indonesia yang memiliki air melimpah).




Sampai hotel tengah malam lewat dikit aku langsung packing dan hitung-hitung uang sisa. Tapi badan mulai merasa tak enak. Meriang menyerangku. Walau begitu aku tetap memikirkan besok pagi sebelum pulang akan kemana. Tadinya aku ingin makan pagi di hotel dulu trus jalan ke orchard road. Tapi aku berpindah haluan. Setelah bangun pagi di hari ke-3 (dan hari kepulangan), aku bergegas mandi lalu meluncur ke Sentosa Island!!!! Memang pusat-pusat wisata di sana buka diatas jam 8. Tapi pulau sentosanya sendiri sudah buka dari jam 7. Jadi kenapa tidak. Dibandingkan ke Orchard yang mallnya belum buka dipagi hari (apalagi hari itu hari kerja).






So, go to Sentosa Island menggunakan MRT, dan hanya 15 menit perjalanan. Untuk ke Sentosa pemberhentian terakhir MRT adalah HarbourFront Station lalu dari situ bisa menggunakan monorail Sentosa Express ke Sentosa yang hanya 5 menit perjalanan, atau menggunakan kereta gantung yang pagi-pagi seperti itu belum buka, atau berjalan kaki menyusuri Sentosa boardwalk. Aku memilih jalan kaki, karena boardwalknya sungguh indah dan rapih serta besar disertai travelator lowh kalo capek berjalan kaki.






Sampe pintu gerbang sentosa, aku langsung membeli tiket mengelilingi sentosa sebesar $1 (kalo naik Sentosa express bayar $3 sekalian dengan masuk sentosa Island). Ternyata baru masuk ketemu orang-orang Indonesia lagi jalan-jalan (karena sampai sentosa jam 7 pagi jadi masih sepi pengunjung). Didalam Sentosa island aku hanya bisa foto-foto di pintu masuknya saja seperti pintu masuk Universal Studio, patung Merlion, ataupun sekadar lookout di Imbiah melihat butterfly park dan melihat singapore skyline bergerak naik. Tadinya aku mau naik skyline tersebut tapi aku takut gambling, takut tidak keburu balik untuk check out dan terlambat naik pesawat. Alhasil hanya melihat. Aku pun jadi sempat menyesal, kenapa tidak ke sentosa di malam hari sebelumnya. Kalau ke Sentosa aku bisa menonton pertunjukkan Songs of The Sea. Well yeah, pada akhirnya itu menjadi bagian rencana travel selanjutnya.
auto32    auto54




Balik dari sentosa aku menggunakan Sentosa Express menuju HarbourFront (kalau jalan kaki terlalu lama dan jauh). Kalau kita menggunakan kereta ini dari Sentosa island tidak dikenakan charge apapun. Jadi hanya untuk berfoto di Sentosa Island dari harbour front dan kembali kesana hanya $1 :D.






Perjalanan pulang dimulai, aku kembali ke hotel dan check out. Sampai di airport pun hampir ngepas (flight ku jam 12.00 siang dan aku baru sampai bandara jam 11.00 kurang sedikit, untungnya masih bisa check-in) bahkan disuruh jalan cepat atau naik kereta sama petugas check-in nya karena boarding gatenya paling jauh. Walau begitu aku tetap masih keburu menukar uang. Setelah duduk dalam boarding gate aku baru sadar, aku benar-benar meriang. Tambahannya, waktu baru take off udara dalam pesawat dingin sekali karena suhu diluar pesawat sangat tinggi dikarenakan hujan. Tapi setelah ditiduri beberapa lama lalu makan hidangan yang disediakan meriangku sedikit mereda. Akhirnya tibalah aku di Jakarta dengan senyum ceria.
Photo49  




Regards,

sans-sign
Oktober 28, 2013

Turn Your Short Business Trip to A Memorable One

April 2012, satu tahun yang lalu, kesempatan datang kembali kepadaku mengunjugi negara tetangga, Singapura. Pastinya untuk business trip. Tapi bukannya aku senang, jujur aku tidak ingin. Mengapa? Karena kala itu aku dikirim untuk presentasi di depan puluhan orang dari berbagai negara di asia pasific. Ditambah lagi namanya juga business trip, hanya boleh semalam disana, berangkat penerbangan malam setelah kantor, begitu pun pulangnya langsung setelah seminar. Tambah tidak semangatlah aku untuk berangkat kala itu. But it turned good to me. Why?








Pertama, aku bisa merasakan penerbangan singkat menggunakan Singapore Airlines. Bilang saja saya udik, tapi itu kali pertama naik pesawat super besar dengan kecepatan super tinggi, duduk di samping emergency exit yang tidak bisa lihat view diluar (walaupun ga bisa dilihat juga karena penerbangannya jam 7 malam), dikeliling penumpang-penumpang asing, makanan yang super sedap, serta penerbangan gratis tentunya. I can say it was great!!!




Kedua, hotel tempatku menginap ternyata di depan salah satu pertokoan yang menjual buku-buku bekas dengan kondisi bagus serta murah. Itu berarti aku bisa hunting buku. Dan itu yang kulakukan pada keesokan harinya. Dikarenakan penerbangan pukul 10 malam jadilah selesai seminar pukul 5 sore aku kembali ke hotel bersama beberapa peserta seminar lainnya menggunakan shuttle bus yang disediakan penyelenggara lalu keliling-keliling Bras Basah Complex membeli buku murah. Owh great!!!







Ketiga, untuk yang pertama kali aku bisa menikmati kamar hotel ditengah malam dikarenakan aku harus mempersiapkan bahan presentasiku. Walau mengantuk cukup menyenangkan, karena kamarnya colorful walaupun kecil. TV yang disediakan TV LED 32" walaupun tidak sempat dinyalakan. Duduk di meja kerja hotel sambil begadang berasa seperti seorang executive muda yang super sibuk. Xixixixi....



Photo6





Keempat, tumben-tumbenan tidak selera makan pagi. Ya jelaslah, mau presentasi didepan orang-orang yang memiliki bahasa berbeda dengan kita jelas bikin penuh perut dengan kegugupan. Setiap menit itu berharga sekali. Eh tapi habis presentasi  banyak yang ngajak tukeran kartu nama (walaupun presentasinya jelek banget.. hehehehe). Berasa menjadi orang penting sekali-kali menyenangkan juga loh. :D




Kelima, dikelilingi orang-orang sebangsa yang sangat mendukung saat mau presentasi rasanya tak ternilai. Peserta seminar yang dari Indonesia nya cukup banyak. Padahal belum pernah bertemu sebelumnya tapi disana tidak ada rasa sungkan sama sekali malah saling berbagi kelakar dan mereka udah pada bos-bos semua.




Keenam, bisa liat Singapore National Library dari luar, soalnya jam 5 udah tutup. Yang ternyata juga library nya ternyata didepan hotel tempatku menginap dan sebelahan sama Bras Basah Complex. Tapi keren bokkkkk. Udah dimasukkin daftar, mengunjungi Singapura harus mengunjungi perpustakaan ini. Walau dijamin pasti ribet biar bisa masuk. Still, must be on my list.


Ketujuh, akhirnya bisa liat juga yang namanya Bugis Junction dan menyusuri pasar di Bugis sekalian beli oleh-oleh. Tempat kongkow yang cozy menurutku, karena dipenuhi eksekutif muda yang necis dengan pakaian kerjanya. Tapi jangan ketipu sama barang-barang yang dijual disana ya, karena menurutku sama seperti yang setiap kita lihat di Jakarta seperti Tanah Abang or Mangga Dua (bahkan lebih bagus di Jakarta). Serunya, sangking asyiknya menyusuri bugis street tau-tau udah sampe Little India dengan kondisi kelelahan.

Kedelapan, ngelewatin depan istana negaranya Singapura. Well, only the gate, but still I saw it in only a short period of time though in the dark from my taxi. Terus ngeliatin lampu-lampu semarak di orchard road,walaupun tergoda banget untuk mampir di Ion. Yah apa daya, kaki sudah tak kuat melangkah. Padahal tadinya dari Little India rencana mau naik MRT ke orchard sambil keliling-keliling. Tapi kakinya udah ga kuat banget,sakit karena menggunakan sepatu yang salah serta barang bawaan yang sudah terlalu berat sama oleh-oleh. Tips: walau business trip,pakai sepatu resmi senyaman mungkin dan bawa barang seringkes mungkin.




Kesembilan, bisa nikmatin Changi airport yang luas, dan penuh karpet-karpet yang elegan itu. GI aja kalah!!!





Photo46




Kesepuluh, kembali ke Jakarta dengan SQ, welcome good food!!!!




Overall, if we can feel every minute of our short trip, every scene around us, and every step we take in a limited of time, SHORT BUSINESS TRIP even the boring one can add one new experience of our travel diary and open new perspective of travelling. It's always worth the price.


 


Happy Travelling!!!!!




 



Regards,


sans-sign

About

authorHello, my name is Sandrine. I'm a working mom who loves to read and wander.
Learn More →



Total Tayangan Halaman