Teruntukmu Mama

by - Kamis, Desember 24, 2015

Setahun yang lalu, tepatnya dibulan Agustus 2014, mama melepas masa lajang saya dengan tangisan yang tiada henti. Beliau terlihat tegar saat memberangkatkan anaknya untuk diberkati dalam sebuah ikatan pernikahan kudus. Namun ketika janji pernikahan selesai diucapkan ia tak kuasa menahan tangisnya lagi. Begitu pula saya.



untuk mama



Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya sendiri tidak menyangka bahwa akan membina keluarga sendiri. Sejak kecil tidak terpikirkan oleh saya untuk berganti status dari "anak gadisnya mama" menjadi "istri". Tidak pernah terbayangkan oleh saya bahwa saya akan keluar dari rumah untuk diboyong tinggal bersama suami. Memang sejak kuliah saya sudah terbiasa tinggal sendiri karena saya harus ngekos. Tapi pasti setiap akhir minggu saya pulang ke pelukan mama kembali menjadi gadis manja di hadapannya.



Mama adalah sosok yang perfeksionis buat saya. Saya mensyukurinya. Hingga saya dipinang, segala kebutuhan saya dipenuhi olehnya padahal saya sudah bekerja dan tidak meminta. Bahkan dengan tersenyum haru saya selalu mengingat bagaimana ia selalu mengatur cara saya berpakaian dari ujung kepala hingga ke ujung kaki didalam segala kegiatan apapun. Setiap ingin belanja baju atau sepatu baru, pastilah harus dengan persetujuan mama terlebih dahulu. Tidak jarang ia membelikan saya seluruh kebutuhan itu sehingga yang bertengger dalam lemari saya sampai saat ini adalah pemberian mama semua. Hanya buku saja yang saya selalu beli dari kerja keras saya sendiri :D. Jadilah hingga saya menikah saya selalu meminta persetujuan mama dahulu baju apa yang cocok untuk dipakai di pesta ini atau itu. Kegiatan ini saya rindukan hingga saya sudah akan memiliki anak seperti ini.



Walau kami sekarang tinggal terpisah dan agak berjauhan, hati saya tetap terpaut kepadanya. Sebisa mungkin minimum sebulan sekali saya mengunjunginya hanya sekadar untuk melepas kangen. Tidak perlu pergi kemana-mana, hanya dengan menonton TV bersama dan bercerita seputar kehidupan masing-masing sudah cukup mengobati kerinduan yang mendalam ini setiap harinya.



Saya juga sangat yakin, walau tak pernah terutarakan olehnya, mama selalu rindu untuk bercengkerama dengan saya dan ingin mengetahui perkembangan bayi yang ada dalam kandungan saya saat ini. Saya yakin ia ingin sekali memberikan segala petuahnya seputar kehamilan, persalinan, dan mengasuh dedek bayi. Untuk itulah di momen tahun baru ini saya ingin menghadiahkan mama kelahiran cucu yang sangat dinantikannya dengan sehat dan normal tanpa kekurangan suatu apapun. Saya ingin menghadiahinya melalui dedek bayi yang akan lahir kedunia ini dengan cinta dan kasih sayang yang sama yang sejak lahir ia berikan kepada saya.



Saya sangat sadar, saya mungkin tidak akan bisa sepenuhnya menjadi sosok ibu yang penyabar dan tegar menghadapi pahitnya kehidupan seperti yang mama alami. Namun saya terus berdoa agar kebijaksanaan yang sama, bahkan lebih, yang diberikan Yang Maha Kuasa kepadanya pun ada dalam diri saya untuk mengasuh bayi ini. Pada akhirnya, seperti post saya di facebook kemarin, cinta ini kepada mama tak akan tergantikan begitupun cintanya pada saya.




TERUNTUKMU MAMA


Seperti lagu sejak ku kecil
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doaku, namamu kusebut


Cinta yang tak tergantikan
Walau jarang bercengkerama
Doalah yang menghubungkan kita

Teringat tangisanmu satu tahun silam
Biarlah itu menjadi pengingat
Bahwa aku adalah gadis kecilmu
Dimanapun dan kemanapun ku berada


Regards,



sans-sign



Tulisan ini diikutsertakan dalam
Special New Year Gift for Mom Blog Competition


moxy indonesia

You May Also Like

15 Comments