Hari Libur = Me Time?

by - Kamis, Desember 10, 2015

Ceritanya kemarin itu saya agak sedikit uring-uringan di rumah. Entah mengapa saya merasa suntuk dengan rutinitas yang tiada habisnya. Rasanya ingin sekali memiliki Me Time ataupun Quality Time hanya bersama suami di Hari Libur yang jarang dinikmati oleh pekerja kantoran seperti kami. Apalagi karena saat ini saya sedang hamil tua artinya makin mendekati due date dan bisa diartikan bahwa Me Time seperti sekarang-sekarang ini akan jarang terjadi karena ketambahan satu tanggung jawab baru.



Jadilah saya merencanakan hari libur pilkada serentak kemarin untuk keluar bersama suami belanja keperluan si dedek bayi yang masih belum kebeli dan menghabiskan sisa hari dengan nonton di bioskop. Namun rupanya yang terjadi justru kebalikannya. Suami terlalu lelah untuk keluar dan saya pun harus mencuci pakaian karena keterbatasan baju seragam kerja. Itu menghabiskan sepanjang pagi hingga sesudah makan siang. Saya merasa hari libur yang jarang sekali dirasakan ini jadi tidak dapat dipergunakan sebagai Me Time sama sekali.



Sehabis makan siang entah mengapa saya kesal. Saya tidak tahu mengapa saya sampai kesal dan kepada siapa saya merasa kesal. Rasanya semua orang ingin saya diemin. Sampai menjelang malam saya masih merasa kesal. Saya hanya mengelus-elus perut dan mengatur rencana kapan Me Time ala saya ini terpenuhi ditengah-tengah jadwal kegiatan yang tiada habisnya bahkan hingga menjelang due date kelahiran nantinya. Melihat agenda saya sendiri, setiap weekend penuh dengan aktifitas senam hamil, kontrol ke dokter, lembur di tempat kerja karena perlu transfer job dan menuntaskan meeting di akhir tahun, serta persiapan acara natal (astaaagggaaa sok sibuk banget yak, padahal saya cuman duduk manis, wakakakakak). Tambah gerah dan kesal lah saya, seakan-akan saya tidak akan punya Me Time lagi seumur hidup saya (lebay banget nggak siyh saya kemarin, okey blame the hormone :D).



https://instagram.com/p/_EM7-gRoK5/

Malam harinya, pas banget di rumah juga ada Jam Doa rutin, saya disadarkan. Hidup manusia per harinya pasti ada tujuannya. Kelihatannya saya terbawa perasaan dan sugesti bahwa sesudah memiliki anak nanti kehidupan “Pribadi dan Bebas” saya akan terusik. Disini saya rupanya sedang mengidentikkan Me Time dengan kehidupan “Pribadi dan Bebas”. Mungkin ini bagian dari was-was nya wanita hamil yang tidak saya sadari kali ya. Padahal setelah saya evaluasi hari libur saya kemarin ternyata membuat saya produktif.



Inilah hasil evaluasi saya terhadap hari libur kemarin. Pagi-pagi saya terbangun, saya sudah ngejogrok di depan laptop. Disitu saya bisa menghasilkan post blog harian saya. Tidak hanya itu saja, saya bisa membenahi seluruh media sosial yang terbengkalai, membenahi tema blog saya, belajar monetisasi blog dengan aplikasi sana-sini, dan upload-upload postingan di berbagai media sosial. Harusnya saya bersyukur karena akhirnya saya ada kesempatan menyelesaikan semua itu setelah di planning kan sejak lama. Disamping itu semua cucian dan pekerjaan rumah tangga lainnya pun terselesaikan serta bisa istirahat di sore harinya. Disitu saya sadar justru itulah Me Time saya. Suami saya juga begitu pengertian di hari libur kemarin sehingga dia membantu saya menjemur baju (pasalnya saya pun entah mengapa terlalu lelah untuk naik turun tangga) namun dia tetap menikmati istirahatnya dari hari-hari kerja yang melelahkan.



Bagi saya Hari Libur tetaplah identik dengan Me Time. Tapi Me Time bukanlah melulu tentang pribadi yang bebas keluyuran kemana-mana sendirian tanpa diganggu orang lain. Me Time bisa dihabiskan bersama orang-orang tercinta bahkan dengan kegiatan rutin sekalipun, yang penting happy dan produktif. Walau sekali-kali perlu kita merasakan suasana yang berbeda dari kegiatan rutin tersebut. Yang penting Me Time itu berkualitas. Me Time haruslah menjadi Quality Time terutama di hari libur. Lagian segala sesuatu ada waktunya. Pasti ada saatnya saya bisa Me Time sendirian, ada kalanya rame-rame dengan keluarga, ada kalanya bersama teman-teman kerja. Pasti!!! :)



Bagaimana denganmu? Seperti apakah Me Time versimu di kala hari libur?



Regards,



sans-sign



leyeh-leyeh



You May Also Like

33 Comments